Bantuan itu tidak hanya untuk Suratih. Dua rekannya sesama pemain Kentrung yakni Wiji (70) dan Satri (70), juga mendapatkan bantuan. Mereka dijatah lantaran ikut bermusik kentrung bersama Mbah Ratih, sapaan akrab Suratih.
Kedua teman mbah Ratih ini juga tak mampu menahan pilu setelah mendengar mendapatkan bantuan. Mereka kaget tiba-tiba ada bantuan begitu saja. “Kulo bersyukur sanget. Matur nuwun, Pak (Saya bersyukur sekali. Terima kasih, Pak),” kata Satri.
Mbah Ratih menjelaskan, bantuan itu akan dipergunakan untuk menikahkan cucunya beberapa minggu ke depan.
Mendengar Mbah Ratih mendapatkan bantuan, warga sekitar langsung berduyun-duyun ke kediaman Mbah Ratih yang kecil dan terbuat dari kayu itu. Beberapa tetangga Mbah Ratih juga meneteskan air mata melihat Mbah Ratih mendapatkan bantuan. “Alhamdullilah. Mbah Ratih dapat bantuan,“ kata salah satu tetangga Mbah Ratih.
Seperti dikabarkan sebelumnya, pamor kentrung ini kian tenggelam. Pasalnya musik asli Jawa ini kalah dengan musim modern saat ini. Ironisnya, tak ada para gadis yang kepincut untuk mempelajari musik yang dimainkan tiga nenek itu karena musik ini biasanya dimainkan oleh para kaum wanita. (umi)



